Lantai Paling Atas
Di kota Metropolitan yang selalu sibuk, ada sebuah gedung tua yang terletak di pinggir kota, jauh dari hiruk pikuk kehidupan sehari-hari. Gedung ini dulunya adalah sebuah apartemen mewah, tetapi sekarang sudah ditinggalkan dan terlupakan. Banyak rumor yang beredar tentang gedung ini, mulai dari cerita hantu hingga kejadian aneh yang tidak bisa dijelaskan.
Sore itu, seorang pria muda bernama Riko tiba di kota ini dengan tujuan mencari pekerjaan. Setelah beberapa hari mencari, ia akhirnya menemukan lowongan pekerjaan sebagai penjaga malam di gedung tua itu. Riko merasa beruntung karena bisa mendapatkan pekerjaan, meskipun lokasinya agak jauh dari pusat kota. Ia segera pindah ke apartemen di lantai paling atas gedung tersebut, yang disediakan sebagai tempat tinggal bagi penjaga malam.
Malam pertama Riko di gedung itu berlangsung dengan tenang. Ia menghabiskan waktu dengan menjelajahi gedung dan mempelajari tata letaknya. Namun, ketika ia mulai merasa lelah dan ingin tidur, Riko menyadari bahwa ia tidak bisa menemukan kunci untuk kembali ke apartemennya. Ia mencoba menghubungi siapa pun yang bisa membantunya, tetapi tidak ada yang menjawab. Riko memutuskan untuk mencari jalan lain ke lantai atas, berharap bisa menemukan kunci atau bahkan orang yang bisa membantunya.
Riko memulai pencariannya dari lantai dasar, naik ke lantai demi lantai, mencari tangga darurat atau lift yang masih berfungsi. Setiap lantai yang ia kunjungi semakin membuatnya merasa tidak nyaman. Koridor yang gelap dan sunyi, dinding yang retak, dan debu yang tebal di mana-mana, membuat Riko merasa seperti sedang berjalan di dalam mimpi buruk. Ia mulai merasa bahwa ia tidak sendirian di gedung itu, dan ada sesuatu yang mengikutinya dari belakang.
Ketika Riko mencapai lantai ketiga, ia menemukan sebuah ruangan yang sepertinya belum pernah digunakan dalam waktu lama. Di dalam ruangan itu, ia menemukan sebuah catatan tua yangtergeletak di atas meja. Catatan itu berisi tentang seorang penjaga malam sebelumnya yang mengalami kejadian aneh dan menghilang secara misterius. Riko mulai merasa takut dan ingin segera meninggalkan gedung itu, tetapi ia tidak tahu bagaimana cara keluar.
Riko memutuskan untuk terus mencari jalan keluar, meskipun ia semakin merasa takut. Ia naik ke lantai berikutnya, dan yang berikutnya, tetapi semuanya tampak sama: koridor yang gelap, tangga yang curam, dan kesunyian yang mencekam. Riko mulai merasa bahwa ia terjebak dalam sebuah labirin yang tidak ada ujungnya. Ia berlari dari satu ujung koridor ke ujung lainnya, mencari jalan keluar, tetapi semua pintu yang ia buka hanya memimpinnya ke koridor lain yang sama.
Ketika Riko akhirnya mencapai lantai paling atas, ia menemukan apartemennya masih terkunci, tetapi ia juga menemukan sesuatu yang membuatnya terkejut: sebuah pesan yang ditulis di dinding dengan huruf yang besar dan berdarah. Pesan itu berbunyi: 'Anda tidak pernah seharusnya datang ke sini.' Riko merasa bahwa ia telah membuat kesalahan besar dengan datang ke gedung itu, dan sekarang ia harus menghadapi konsekuensinya.
Dengan hati yang berdebar, Riko mencoba mencari cara untuk membuka pintu apartemennya, berharap bisa menemukan kunci atau bahkan bantuan di dalam. Setelah beberapa menit mencari, ia akhirnya menemukan kunci yang tersembunyi di bawah bantal sofa. Riko membuka pintu apartemennya, masuk ke dalam, dan mengunci pintu dari dalam, berharap bisa aman dari apa pun yang ada di luar.
Riko menghabiskan malam itu dengan gelisah, mendengarkan setiap suara yang ada di luar apartemennya. Ia berharap bahwa besok pagi, ia bisa keluar dari gedung itu dan meninggalkan semua kejadian aneh di belakang. Namun, ketika pagi datang, Riko menyadari bahwa ia tidak bisa keluar dari apartemennya. Pintu yang ia kunci dengan hati-hati semalam tidak bisa dibuka lagi. Riko terjebak, dan ia harus menghadapi kenyataan bahwa ia mungkin tidak pernah bisa meninggalkan lantai paling atas gedung tua itu.