ipa, Media Belajar dan Percobaan

Tutorial Membuat Rangkaian Arus Listrik (listrik dinamis)

 

Pada tutorial kali ini kita akan membuat suatu rangkaian yang akan dialiri arus listrik. Adanya arus listrik pada rangakaian tersebut dapat dibuktikaan dengan menghubungkannya dengan lampu atau pengukur arus listrik. Untuk membuat rangkain listrik kita membutuhkan bahan-bahan elektro seperti batre, kabel, dan lain-lain.

baca juga :

Tutorial Media Belajar : Kartu Besaran Pokok dan Turunan.
Tips Membuat Mesin Waktu.
Pil Elektronik Yang Dapat Dikontrol Secara Nirkabel.

Dasar Teori.

Arus lisrik merupakan aliran muatan yang mengalir dari beda potensial tinggi ke beda potensial yang tinggi menuju ke potensial yang rendah. Aruslistrik terjadi karena adanya perbedaan potensial hal ini sama halnya dengan air. Air berasal dari tempat yang tinggi mengalir ke tempat yang rendah.
Beda potensial merupakan banyak muatan yang ada dalam suatu benda.

Suatu benda dikatakan memiliki potensial yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan benda yang lain jika muatan positif yang ada pada benda tersebut lebih banyak dibandingkan dengan benda yang lain.

Skalr atau sekring merupakan alat yang digunakan untuk menyambung dan memutuskan arus listrik dalam sementara waktu. Saat saklar atau sekring bekerja pada rangkaian listrik. Arus listrik tidak mengalir. Sakelar pada umumnya dibedakan menjadi dua macam yaitu sakelar satu kutup dan sakelar putar.

Sakelar satu kutub digunakan untuk menyambung dan memutuskan satu cabang rangkaian saja. Sedangkaan skalar sedangkan sakelar putar bisas digunakan untuk mengganti dan cabang satu dengan cabang yang lain digunakan untuk menyambung atau memutus rangkaian satu dengan rangkaian yang lain secara bergantian.

Sekering merupakan alat yang sama seperti sakelar yang berfungsi untuk memutus arus listrik secra otomatis. Sekering terbuat dari logam yang memiliki titik lebur rendah yang berupa kawat halus. Jika arus listrik yang melewati sekring terlau besar melebihi kapasitas maka kawat akan meleleh dan putus sehingga aliran arus listrik akan berhenti. Misalnya jika terjadi konsleting maka kuat arus akan besar dan melelehkan kawat sekring pada akhirnya akan terputus.

Alat dan bahan beserta fungsinya.

1.Kabel digunakan untuk menghubungkan rangkaian listrik
2.Lampu digunakan untuk mengetahui adanya arus listrik
3.Saklar digunakan untuk menyambung dan memutuskan arus listrik
4.Baterai digunakan sebagai sumber tegangan
5.Ampere meter digunakan sebagai mengukur besar arus listrik yang mengalir pada rangakaian tersebut.
6.Papan kayu digunkan sebagai tempat rangkaian tersebut
7.Paku payung atau perekat digunakan untuk merekatkan rangkaian arus listrik tersebut

Langkah Kerja

1.Siapkan alat dan bahan yang ada di diatas papan kayu
2.Rangkai baterai dengan kabel dan rekatkan dengan selotif atau alat perekat lainnya.
3.Sambungkan lampu dengan kabel dengan rangkaian seri
4.Sambungkan ampere meter dengan kabel pada rangkaian seri
5.Terakhir sambungkan saklar pada rangkaian tersebut.

Penggunaan Alat.

Setelah semuanya di rangakai seperti gambar diatas maka kita coba menggunakan. Pertama kita hubngkan skalar. Jika lampu menyala maka ada arus listrik yang mengalir pada rangkaian tersebut. Jika tidak menyala maka ada sambungan yang tidak menyambung atau kurangnya muatan untuk menghidupkan lampu pada rangkaian.

Maka kita perlu merangkaianya secara seri. Maka lihatlah dengan amperemeter yang juga dirangkai dengan rangkaian. Jika jarum skala bergerak maka ada arus listrik yang bergerak pada rangkaian tersebut

Demikianlah Tutorial membuat arus listrik dan percobaannya. jika ada kata yang salah maupun penjelesan penulis mohon kami mohon maaf.

Kritik dan sara dapat ditulis dikomentar atau dikirim lewat email : sainssanggar@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: